Partangiangan Pomparan ni “TUAN GURU SINOMBA SIHOMBING LUMBANTORUAN”

Parningotan ni partigor mangkorhon pasu-pasu (Poda 10.7a)
Binuat hau toras bahen sopo tu balian
Na burju marnatoras dapotan pasu-pasu marlobian
Lintong ni huta 15, Juli 2006
Acara partangiangan ni pomparan ni Ompu i, telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2006, di bona pasogit.

Acara yang dimulai dengan jiarah di Tugu Parsadaan di pargaulan, dilanjutkan dengan acara kebaktian di […]

The article starts below...

Written by admin on July 17th, 2006 with no comments.
Read more articles on serba serbi.

Parningotan ni partigor mangkorhon pasu-pasu (Poda 10.7a)

Binuat hau toras bahen sopo tu balian

Na burju marnatoras dapotan pasu-pasu marlobian

Lintong ni huta 15, Juli 2006

Acara partangiangan ni pomparan ni Ompu i, telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2006, di bona pasogit.

Acara yang dimulai dengan jiarah di Tugu Parsadaan di pargaulan, dilanjutkan dengan acara kebaktian di Lumban Siantar, dan di akhiri dengan makan bersama. Berjalan kaki dari pargaulan ke Lumbansiantar merupakan salah satu moment yang mungkin berkesan untuk berbaur baik dari perantauan maupun dari bona pasogit.

Tugu parsadaan yang sudah di-segar-kan dan dibersihkan menjadi tempat pertama yang menarik perhatian, khususnya untuk pomparan ni Ompu i yang datang dari perantauan. Mereka terlihat beramai-ramai untuk mengabadikan moment yang sangat langka ini. Jangan heran kalau juru photo amatir panen raya karena satu photo 10R tanpa slide di hargai Rp. 15 ribu rupiah. Lumayan.

Sejak pembangunan Tugu parsadaan tahun 1961, baru ini acara kebersamaan yang bisa dilakukan . Tiga pasang tenda besar yang disiapkan tidak mampu untuk menampung para undangan. Diperkirakan lebih 1500 orang yang hadir dalam acara ini termasuk didalamnya keturunan dari Boru TGS Silitonga dan Sianturi. Dibandingkan dengan jumlah seluruh pomparan ni ompui, mungkin belum merepresentasikan, tetapi kehadiran perwakilan-perwakilan dari perantauan, menunjukkan besarnya keinginan untuk bersama-sama dalam doa untuk mensyukuri berkat yang telah diterima dan juga memohon berkat untuk seluruh pomparan ni TGS untuk masa yang akan datang. demikian juga dengan kehadiran Tulang Sibuea dan Hula-hula Siringo, semakin menyempurnakan acara partangiangan ini.

Pdt. Sihombing, Pareses Distrik Humbang Habinsaran, gen No. 17, dalam khotbahnya menekankan perlunya rasa syukur atas segala berkat yang telah diterima oleh seluruh keturunan Tuan Guru Sinomba.Secara khusus belia mengingatkan akan 3-H yang menjadi visi dan ukuran keberhasilan bagi suku Batak, yaitu HAMORAON , HAGABEON dan HASANGAPON yang sering menjadi pembatas hubungan antar manusia. Menjadi tujuan yang tiada akhir.

Beliau mengingatkan bahwa, ‘3-H’ tersebut sesuai dengan iman Kekristenan harus di dasari oleh H yang lain, yaitu HASEREPON. Haserepon adalah suatu sikap “patoru diri“, yang bermakna tidak mengagulkan, mengedepankan dan bahkan menjadikan diri sebagai yang pokok atau prioritas,yang “ter..…..” tetapi menerimanya sebagai suatu anugrah. Dengan sikap seperti itu dapat menjadi saluran bagi orang lain. Dengan haserepon, dapat menipiskan perbedaan antara yang berhasil dan yang tidak berhasil, dan yang menang dengan yang kalah.

Pokok pokok doa safaat antara lain rasa syukur atas segala berkat dan kerinduan atas persatuan dan kesatuan dalam pomparan ni ompui, dan juga mohon berkat-berkat keturunan dan kemapanan, pendidikan dan pekerjaan.

Salam

Written by admin on July 17th, 2006 with no comments.
Read more articles on serba serbi.

Related articles

No comments

There are still no comments on this article.

Leave your comment...

If you want to leave your comment on this article, simply fill out the next form:

You have to be identified to write a comment.